Nawal Yasin Kampanye Gemarikan di Pendopo Eclips, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin, 25 Mei 2026. (Foto:Dok)
PersadaPos, KABUPATEN SEMARANG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, bersama kader PKK di seluruh Jawa Tengah, terus bergerak masif mengampanyekan gemar makan ikan kepada masyarakat, sebagai salah satu upaya menekan angka stunting.
Melalui Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Nawal berharap prevalensi balita stunting di Jateng, yang saat ini berada di angka 17,1 persen dapat terus ditekan.
Hal tersebut disampaikannya, saat menghadiri kegiatan Kampanye Gemarikan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, di Pendopo Eclips, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (25/5/2026).
Pada kesempatan itu, Nawal mengapresiasi capaian Kabupaten Semarang dalam penanganan stunting. Berdasarkan data, prevalensi stunting di wilayah ini berada di angka 14,5 persen, atau lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jateng maupun nasional.
“Saya minta stunting ini menjadi hal yang diprioritaskan. Mari kita sama-sama terus bergerak untuk melakukan upaya-upaya penurunan kasus stunting,” tegas istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Ditambahkan, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, kampanye Gemarikan juga bertujuan meningkatkan Konsumsi Ikan Masyarakat (KIM) Jateng yang saat ini masih relatif rendah, yakni sekitar 40 kilogram per kapita per tahun.
Padahal, berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan, produksi perikanan tangkap di Jateng sepanjang 2025 mencapai 436.592,13 ton. Sementara produksi perikanan budidaya mencapai 537.335,21 ton.
“Sumber daya ikan tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal. Ini kita bisa lihat masih rendahnya rata-rata konsumsi ikan masyarakat Jawa Tengah,” ungkap Nawal.
Menurut dia, ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik, khususnya untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kandungan omega dan protein pada ikan dinilai mampu membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, sekaligus mencegah stunting.
“Jadi ikan ini manfaatnya sangat banyak. Bisa mengurangi risiko stroke karena omeganya sangat tinggi, bisa meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu menjaga kesehatan tulang dan otot,” terangnya.
Dalam kegiatan itu, TP PKK Jateng bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, serta Bank Indonesia Jateng, menyerahkan bantuan paket Gemarikan kepada kader PKK dan warga setempat.
Menurut Nawal, bantuan tersebut relevan dengan kondisi wilayah nonpesisir, seperti Kecamatan Tengaran. Oleh sebab itu, budidaya ikan rumahan dinilai dapat menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Ini bisa menjadi sumber gizi dan panjenengan bisa nabung. Belanjanya lebih irit, karena juga bisa menjadi tambahan income untuk keluarga,” ucap Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah ini.
Lebih lanjut, pihaknya meminta kader PKK, agar menjadi pelopor dalam membiasakan konsumsi ikan di lingkungan keluarga masing-masing. Menurutnya, minimal konsumsi ikan dilakukan empat kali dalam sepekan.
Selain itu, kader PKK juga didorong lebih kreatif dalam mengolah ikan, agar lebih disukai anak-anak. Olahan ikan dapat dikreasikan menjadi berbagai menu menarik, seperti nugget, bakso, abon, dan siomay.
Tidak hanya itu, kader PKK di seluruh Jawa Tengah juga diminta aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan, melalui berbagai forum di lingkungan sekitar.
“Jangan lelah menyuarakan pentingnya makan ikan melalui forum-forum, misalnya pengajian, Posyandu, maupun pertemuan-pertemuan dengan warga,” tandas Nawal. (Lind)
