Taj Yasin dikerumuni para santriwati di Demak, Senin 9 Maret 2026. (Foto:Dok)
PersadaPos, DEMAK – Air muka Aulia Putri nampak bebinar-binar saat kedatangan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen di sepotong petang pada Senin, 9 Maret 2026.
Bukan hanya karena kedatangan pejabat, tapi juga karena ada harapan baru membumbung tinggi dalam dirinya. Mimpi besarnya akan segera terwujud. Apa itu? Beasiswa kuliah di perguruan tinggi.
Ya. Aulia merupakan satu di antara lima anak penghuni panti asuhan Kasih Mesra yang dijanjikan mendapatkan beasiswa kuliah ke pendidikan tinggi dari Wagub Jateng, Taj Yasin. Tawaran itu disampaikan saat ia berkunjung di panti asuhan tersebut.
Sebab, bagi Aulia, impian untuk menempuh pendidikan tinggi selama ini hanya ada dalam angannya. Sebagai anak panti, kuliah bukan hal yang mudah untuk diwujudkan. Ia berencana mengambil fakultas olahraga atau ekonomi.
Siswa SMKN 1 Demak ini ingin menggeluti ilmu olahraga, karena dia adalah atlet gulat yang menorehkan prestasi di tingkat provinsi.
“Saya pernah Juara 2 Popda tingkat provinsi,” kata Aulia yang asli dari Demak tersebut.
Aulia dan teman-temannya menyampaikan banyak terima kasih atas tawaran beasiswa tersebut. “Terima kasih Pak Wagub dan Ibu,” ujar siswi dengan sunggingan senyumnya.
Sebelumnya, tawaran beasiswa itu disampaikan oleh Taj Yasin kepada penghuni panti asuhan itu usai momen duet pemain hadrah Kasih Mesra dengan Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin, yang turut serta dalam kunjungan.
“Ada yang kelas XII ? Mau kuliah atau tidak ?,” tanya Taj Yasin.
Sontak, pertanyaan itu dijawab serentak oleh empat anak yang memainkan hadrah, dan dua anak lain yang berbaris di halaman. “Mau, mau…,” ujar mereka antusias.
“Tolong dicatat ya, nanti kita upayakan anak-anak ini bisa kuliah,” kataTaj Yasin kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur.
Sebagai informasi, panti asuhan ini yang dihuni 80 anak. Ini merupakan pelayanan sosial di bawah Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Mereka berasal dari Kabupaten Demak dan sekitarnya, dengan rentang usia sekolah, SD, SMP, dan SMA/SMK.
Dalam ceramahnya, sosok yang akrab Gus Yasin mengatakan, meskipun dalam keterbatasan, anak panti tidak boleh berkecil hati. Dia mencontohkan, Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia, sudah diuji dengan ketiadaan sang ayah sejak dalam kandungan. Di usia belum baligh, dia juga harus kehilangan sang ibunda.
“Adik -adik semua harus memiliki semangat belajar yang tinggi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Taj Yasin bersama istrinya juga berbuka bersama dengan anak-anak panti. Mareka berdialog dengan hangat.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Jateng, Imam Maskur mengatakan, para anak panti semuanya mendapatkan fasilitas pendidikan, melalui afirmasi. Baik sekolah negeri maupun swasta. Mereka juga memperoleh tambahan keterampilan yang bermanfaat saat dewasa.
“Kalau panti putri diajarkan menjahit atau laundry dari Baznas. Sehingga bisa mandiri saat sudah dewasa,” pungkasnya.
Salah seorang anak panti, Kanaya, menyampaikan terima kasihnya atas kunjungan Gus Yasin ke Panti Kasih Mesra.
“Terima kasih atas kunjungannya ke panti kami. Terima kasih Pak Wagub karena sudah membantu mewujudkan impian dan cita cita kami,” katanya. (Lind)


