Ahmad Luthfi melepas perantau Balik Gratis dengan KA dari Stasiun Tawang Semarang, Jumat 27 Maret 2026. (Foto:Dok)
PersadaPos, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberangkatkan peserta program balik rantau gratis dengan moda kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, Jumat 27 Maret 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari fasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu masyarakat, khususnya pekerja informal, kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampung halaman.
Luthfi menjelaskan, program balik rantau gratis ini difasilitasi dengan moda kereta api dan bus. Khusus pada hari ini, pemberangkatan dilakukan dengan kereta api dari Stasiun Tawang. Ada sebanyak 320 penumpang diberangkatkan menggunakan empat gerbong kereta api.
Program ini merupakan bagian dari skema pelayanan Pemprov Jateng bersama sejumlah pemerintah kabupaten/kota, Bank Jateng, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, bantuan transportasi gratis sangat berarti bagi warga yang bekerja di sektor informal. Sebab, bisa jadi mereka telah mengeluarkan banyak anggaran selama mudik di kampung halaman.
“Mereka yang sudah mudik di Jawa Tengah, sudah belanja di kampungnya masing-masing, dia pulang itu uangnya sudah tipis. Sehingga dengan adanya program balik rantau gratis ini, mereka sangat senang sekali,” kata Luthfi disela acara pelepasan.
Luthfi menyatakan, program ini merupakan wujud kehadiran Pemprov Jateng, di tengah kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja informal.
Dalam kesempatan itu, Luthfi berharap, kepada warga Jawa Tengah yang kembali bekerja di perantauan agar tetap menjaga semangat, bekerja keras, dan menaati hukum. Menurutnya, keluarga di kampung halaman menaruh harapan besar kepada mereka.
Ia menambahkan, karakter masyarakat Jawa Tengah yang guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung toleransi harus terus dijaga. Karekter tersebut sebagai modal sosial saat kembali ke perantauan.
Salah seorang peserta program balik rantau gratis, Susanto mengaku,senang dengan program tersebut, karena membantu pengeluaran keluarganya. Tahun ini ia mudik bersama istri dan dua anaknya.
“Ini menghemat banget, membantu kami menekan pengeluaran,” ujar warga asal Pati yang hendak merantau di Bekasi ini.
Ia menyatakan, sudah berulangkali menikati program tersebut, namun sebelumnya selalu menggunakan armada bus. Adapun perjalanan balik rantau dengan kereta api kali ini menjadi pengalaman pertama bagi keluarganya.
Ia mengaku senang karena kedua anaknya bisa merasakan pengalaman naik kereta jarak jauh untuk pertama kali.
“Senang, soalnya bisa mengajak anak-anak yang belum pernah naik kereta,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Nani Rusmalani, perantau asal Demak yang sehari-hari tinggal di Bogor. Ia bersama suaminya, Zainal Mubarok, mengikuti program balik gratis kereta api untuk pertama kalinya.
Menurut Nani, sebelumnya saat mudik ke kampung halaman ia menempuh perjalanan menggunakan bus. Karena itu, pengalaman mengikuti program balik gratis dengan kereta api kali ini terasa berbeda dan menyenangkan.
“Baru pertama kali ikut balik rantau gratis kereta ini. Kemarin mudik pulang naik bus. Pengalamannya seru,” ujarnya.
Sementara itu, Zainal Mubarok mengaku biasanya ia mudik secara mandiri dengan biaya perjalanan yang tidak sedikit. Karena itu, program balik rantau gratis sangat membantu dari sisi ekonomi.
“Biasanya mudik umum, habisnya sampai Rp1 juta per orang. Jadi ini sangat membantu,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng dan berharap ke depan jumlah gerbong yang disediakan untuk program mudik dan balik rantau gratis bisa ditambah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Luthfi atas dukungannya. Harapan ke depan mudah-mudahan lebih banyak gerbong yang disediakan untuk yang mudik gratis,” tandasnya. (Lind)


