Sumarno memimpin rapat koordinasi penyiapan mudik gratis di Semarang, Rabu, 7 Januari 2026. (Foto:Dok)
PersadaPos, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan program mudik dan balik rantau gratis pada Lebaran 2026.
Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, bersama perwakilan kabupaten/kota, BUMN, BUMD, serta unsur dunia usaha di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Semarang pada Rabu, 7 Januari 2026.
Sumarno menyampaikan, rapat koordinasi ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh pihak dalam memfasilitasi masyarakat Jawa Tengah, agar dapat mudik dan kembali ke perantauan dengan aman dan nyaman.
Menurutnya, program mudik dan balik rantau merupakan agenda rutin tahunan yang terus dievaluasi dari tahun ke tahun.
“Yang kita lakukan ini adalah untuk memudahkan saudara-saudara kita agar bisa mudik dengan aman dan selamat. Berbagai permasalahan di tahun-tahun sebelumnya tentu menjadi bahan evaluasi untuk kita perbaiki di tahun 2026,” ujar Sumarno.
Ia mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah kabupaten/kota h BUMN, BUMD, dan dunia usaha yang turut menyediakan armada transportasi.
Namun demikian, Sumarno menegaskan pentingnya pemenuhan seluruh standar keselamatan dalam penyelenggaraan program tersebut.
Ia menekankan agar seluruh kendaraan dan kru yang bertugas benar-benar memenuhi instrumen persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, tidak boleh ada satu pun aspek keselamatan yang terabaikan dalam pelaksanaan mudik dan balik rantau.
Hingga saat ini, Pemprov Jateng telah menginventarisasi sedikitnya 349 unit bus dan 20 armada kereta api untuk melayani mudik dan balik rantau 2026. Jumlah tersebut masih akan terus ditambah hingga menyamai periode sebelumnya, yakni sebanyak 383 unit bus.
“Untuk sampai saat ini kita masih punya pekerjaan rumah, karena jumlah armada yang ada masih di bawah tahun 2025 kemarin, tapi kita berupaya untuk minimal sama dan syukur-syukur nanti ada tambahan armada,” ujarnya.
Selain penambahan armada, lanjut dia, masukan juga datang dari paguyuban peserta mudik dan balik rantau terkait penambahan titik pemberangkatan dan tujuan.
Menanggapi hal tersebut, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan berdasarkan sebaran domisili peserta agar titik keberangkatan dapat didekatkan dengan lokasi tempat tinggal masyarakat.
“Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu menambah biaya untuk menuju lokasi pemberangkatan. Ini juga bagian dari upaya kita memberikan pelayanan terbaik,” jelas Sumarno.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyampaikan, akan melakukan pencermatan ulang untuk menetapkan titik-titik satelit pemberangkatan mudik maupun balik rantau 2026.
“Pemetaan ulang sebetulnya telah kita lakukan, utamanya untuk peserta balik rantau gratis,” katanya.
Ia mencontohkan, pemberangkatan dari Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali memiliki titik satelit di Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Sementara Terminal Tipe A Mangkang memiliki titik satelit di Jepara dan Blora.
Adapun Terminal Tipe A Bulupitu Banyumas dilengkapi titik satelit di Kabupaten Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Sebagai informasi, rencana pelaksanaan mudik gratis akan dilakukan pada 16-17 Maret 2026, dimana titik lokasi pemberangkatannya berada di Museum Purna Bhakti Pertiwi Jakarta Timur, PT. Dirgantara Indonesia Bandung, dan Stasiun Pasar Senen Jakarta.
Adapun, untuk rencana pelaksanaan balik rantau gratis akan dilakukan pada 27-28 Maret 2026.
Pendaftaran peserta mudik Lebaran gratis via bus akan dibuka pada 4 Februari 2026, sementara untuk kereta api pada 11 Februari 2026.(Lind)


