PersadaPos, SEMARANG – Kabupaten Banyumas berhasil menjadi juara umum cabang olahraga (cabor) panjat tebing dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Kontingen Banyumas meraih total 13 medali, terdiri atas 3 emas, 4 perak, dan 6 perunggu.
Pencapaian tersebut melampaui target Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banyumas yang sebelumnya membidik dua medali emas. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan kemampuan atlet panjat tebing Banyumas bersaing dengan atlet-atlet potensial dari daerah lain di Jawa Tengah.
Kepala Pelatih Panjat Tebing Banyumas, Santi Wellyanti, mengaku bersyukur atas pencapaian para atletnya. Menurut dia, raihan tiga medali emas menjadi bukti keberhasilan tim dalam memenuhi sekaligus melampaui target yang telah ditetapkan.
“Target tercapai dua emas. Bahkan Banyumas berhasil membuktikan pencapaian melebihi target, dengan meraih tiga medali emas. Bonusnya empat perak dan enam perunggu,” kata Santi, Kamis (29/10/2026).
Tampil Maksimal
Kontingen Banyumas menunjukkan performa kompetitif dalam sejumlah nomor pertandingan panjat tebing Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Pada nomor speed klasik beregu putri, Sofi, Fanis, dan Jevelyn berhasil menyumbangkan medali emas untuk Banyumas. Sementara itu, tim speed klasik beregu putra yang diperkuat Pradana Welly S, Iyan Agus P, dan Adam Reyes meraih medali perunggu.
Banyumas juga menambah koleksi medali melalui nomor boulder mix. Uka, Yubi, Jevelyn, dan Faizah berhasil menyumbangkan medali perunggu. Adapun Icuk dan Chelsi meraih medali perak pada nomor lead mix.
Tambahan medali dari berbagai nomor tersebut memperkuat posisi Banyumas dalam persaingan cabang olahraga panjat tebing pada Porprov Jateng 2026.
Ketua KONI Kabupaten Banyumas, Arie Suprapto, menyebut pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerahnya. Ia menilai para atlet telah menunjukkan perjuangan maksimal di tengah ketatnya persaingan antarkontingen.
Menurut Arie, setiap daerah memiliki atlet-atlet potensial yang mampu memberikan perlawanan kuat. Karena itu, Banyumas membutuhkan kerja sama yang solid antara atlet, pelatih, ofisial, dan KONI untuk mencapai hasil terbaik.
“Perjuangan para atlet kali ini memang lebih berat, karena masing-masing daerah juga memiliki atlet yang potensial. Namun, dengan sinergitas yang kuat antara atlet, pelatih, ofisial hingga KONI, menjadikan Banyumas berpeluang mencapai target masuk lima besar,” ungkap Arie.
Keberhasilan menjadi juara umum panjat tebing menjadi modal positif bagi Kabupaten Banyumas dalam memperkuat posisinya pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Prestasi tersebut juga menunjukkan pentingnya pembinaan atlet secara berkelanjutan, dukungan pelatih, serta sinergi seluruh pihak dalam meningkatkan prestasi olahraga daerah. (Lind)


