PersadaPos, SEMARANG – Lembaga Peduli Hukum Indonesia (LPHI) turut berduka cita atas meninggalnya dua atlet Jawa Tengah yang sedang berjuang pada Pekan Olah Raga Provinsi XVII Tahun 2026 di Semarang Rayayang sedang berlangsung saat ini.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LPHI, Balia Reza Maulana, SH, MKn, menyatakan rasa prihatin dan duka cita mendalam kepada keluarga kedua atlet tersebut.
Dua atlet tersebut adalah pahlawan olah raga bagi daerahnya dan merupakan asset yang sangat berharga bagi dunia olah raga Jateng. “Kita merasa kehilangan dua atlet potensial. Semoga jasa dan prestasi yang sudah ditorehkan selama ini menjadi amalan yang mengantarkan mereka ke syurga Allah Sang Pencipta di akhirat kelak,” ujar Reza.
Dia juga berharap kepergian kedua atlet tersebut menjadi perhatian dan dijadikan evaluasi oleh para pembina olah raga, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Harus dievaluasi secara menyeluruh dan mendalam dan dijadikan acuan untuk menghindari kecelakaan saat pertandingan pada event-event berikutnya,”tegas Reza.
Harus Diselidiki
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LPHI Kota Semarang, Anisah, SH meminta pihak kepolisian pro aktif menyelidiki kasus kematian atlet tersebut.
“Harus diselidiki, agar jelas apa penyebab kematian atlet tersebut,” ungkap Anisah.
Terutama, tambahnya, penyebab kematian pesilat putri Kota Semarang Ayudiah Rivana yang terasa ada keganjilan. “Perlu dipertanyakan, mengapa pasca operasi jari, atlet tersebut menghembuskan nafas terakhir,”tanyanya.
Logikanya, sambung Anisah, operasi jari itu bukanlah operasi mayor, namun mengapa sampai merenggut nyawa?
“Perlu dilakukan investigasi, termasuk ada atau tidak kelalaian dalam proses operasi tersebut. Pihak Rumah Sakit Primaya harus memberi penjelasan,”katanya.
Sebagaimana diketahui, dua atlet peserta Porprov Jateng Tahun 2026 meninggal dunia. Peselam putri dari Jepara, Syabila Rizkia Putri Raharjo meninggal setelah tenggelam pada saat mengikuti lomba Selam Laut di Perairan sekitar Awan Costa Semarang, Minggu, 25 Oktober 2026.
Kemudian disusul pesilat putri dari Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita, meninggal, Rabu 28 Oktober di RS Primaya Semarang, usai operasi jari tengah akibat cedera saat pertandingan.
“Kami komunitas yang peduli hukum merasa prihatin atas kejadian ini dan berharap ada keadilan bagi kedua almarhumah dan keluarganya,” katanya.
“Demi keadilan, kami mendorong pihak berwajib melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kedua atlet tersebut,”pungkasnya. (Lind)


