PersadaPos, SALATIGA– Atlet taekwondo Kabupaten Temanggung, Dinda Putri Lestari, menorehkan prestasi gemilang dengan mencetak hattrick medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah (Jateng) 2026. Emas ketiganya diraih setelah mengalahkan wakil Kabupaten Semarang, Jeiny Flora Mandasta, pada partai final kategori middle putri under 73 kilogram di Auditorium UIN Salatiga, Rabu (28/10/2026).
Dinda menjadi salah satu dari lima atlet yang berhasil meraih medali emas dalam lima kategori final taekwondo yang dipertandingkan. Atlet dari Kabupaten Cilacap, Kabupaten Sukoharjo, Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kabupaten Temanggung masing-masing keluar sebagai juara. Sementara itu, atlet yang kalah di partai final berhak membawa pulang medali perak.
Pada kategori middle putra under 87 kilogram, Ezar Faadihillah Desta Mahardika dari Kabupaten Cilacap meraih medali emas setelah mengalahkan Fadiil Maulana Fadlorrohman dari Kabupaten Sukoharjo dengan skor 1-0.
Medali emas kategori light putra under 74 kilogram diraih Fahad Abdur Rahman Sasongko dari Kabupaten Sukoharjo. Ia menundukkan wakil Kota Semarang, Muhammad Fadhil Budiarto, dengan skor 2-0.
Sementara itu, Hanindra Agung Nugroho dari Kota Surakarta menjadi juara kategori heavy putra over 87 kilogram setelah mengalahkan Kelvin Indra Rahma dari Kabupaten Pati dengan skor 1-0.
Pada kategori feather putra under 68 kilogram, atlet Kota Semarang, Farrel Nirendra Brahmantya, memastikan medali emas usai menundukkan Ariq Alfatih Ageng Rahmatullah dari Kabupaten Banyumas dengan skor 2-1.
Adapun Dinda tampil impresif di kategori middle putri under 73 kilogram. Ia mengalahkan Jeiny Flora Mandasta dari Kabupaten Semarang dengan skor 2-0 untuk memastikan medali emas ketiganya di ajang Porprov Jateng.
*Tiga Edisi Porprov, Tiga Medali Emas*
Keberhasilan tersebut terasa istimewa bagi Dinda. Ia konsisten meraih medali emas sejak mengikuti Porprov pada 2018, kemudian kembali menjadi juara pada edisi 2023, hingga mengulang prestasi serupa pada 2026.
Capaian itu sekaligus mengukuhkan Dinda sebagai atlet yang meraih tiga medali emas dalam tiga edisi Porprov Jateng yang diikutinya.
Dinda mengaku bersyukur dapat kembali meraih medali emas dalam penampilan ketiganya di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Ini Porprov ketiga aku dan juga dapat medali emas. Jadi, hattrick emas Porprov,” ujar Dinda seusai menerima medali emas, Rabu (28/10/2026).
Menurut Dinda, persaingan taekwondo di Porprov Jateng semakin berkembang dibandingkan saat pertama kali mengikuti ajang tersebut pada 2018. Para atlet yang dihadapinya kini menunjukkan peningkatan kemampuan, meskipun sebagian besar masih lebih muda dan berasal dari kelompok junior.
Ia mengaku pengalaman bertanding menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi para pesaingnya. Terlebih, Porprov 2026 menjadi kesempatan terakhirnya mengikuti ajang tersebut karena faktor batas usia.
“Dari lawan, aku lihat juga sudah lumayan berkembang dibandingkan zaman pertama kali aku ikut Porprov. Kalau dihitung, mereka masih adik-adik aku semua. Kebetulan sekarang ini Porprov terakhir aku, karena sudah batas usia paling tua,” ungkapnya.
Sejak Usia Tujuh Tahun
Prestasi Dinda tidak diraih secara instan. Ia telah menekuni taekwondo sejak duduk di kelas II sekolah dasar, ketika usianya masih tujuh tahun. Namun, ia baru mulai menekuni jalur atlet secara lebih serius saat berusia 15 tahun.
Pengalaman bertahun-tahun tersebut menjadi bekal penting bagi Dinda dalam menghadapi Porprov Jateng 2026. Ia menunjukkan performa impresif dengan meraih kemenangan telak sejak pertandingan awal hingga partai final.
Pada salah satu pertandingan awal, Dinda menang dengan skor 15-0. Ia kembali unggul 16-0 pada pertandingan berikutnya hingga waktu pertandingan berakhir. Performa tersebut berlanjut di partai final dengan kemenangan 28-1.
Bidik Pra-PON 2027 dan PON 2028
Setelah mencetak hattrick emas Porprov, Dinda bertekad melanjutkan prestasinya di berbagai kejuaraan bergengsi, baik tingkat nasional maupun internasional.
Sejumlah agenda telah masuk dalam bidikannya, termasuk Pra-PON 2027 dan PON 2028. Ia juga mengungkapkan pernah mendapat panggilan untuk memperkuat Indonesia pada ASEAN University Games yang dijadwalkan berlangsung pada Desember.
Dinda berharap bisa kembali mempertahankan prestasi emas pada PON mendatang. Ia mengaku telah dua kali meraih medali emas di ajang tersebut dan ingin melanjutkan tren positifnya.
“Kalau PON, kebetulan ini akan menjadi PON ketiga aku. Dua kali sebelumnya juga dapat emas. Semoga di PON besok bisa hattrick juga,” harapnya.
Kota Semarang Tambah Emas
Sementara itu, kontingen taekwondo Kota Semarang meraih satu medali emas dan satu medali perak dalam pertandingan final Porprov XVII Jateng 2026. Medali emas disumbangkan Farrel Nirendra Brahmantya pada kategori feather putra under 68 kilogram, sedangkan medali perak diraih Muhammad Fadhil Budiarto pada kategori light putra under 74 kilogram.
Pelatih taekwondo Kota Semarang, Siti Rohmah, mengaku bersyukur atas pencapaian anak asuhnya. Menurut dia, medali emas tersebut diraih melalui perjuangan panjang, terutama karena Farel harus menghadapi sejumlah lawan dengan pengalaman bertanding lebih banyak.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa memperoleh emas, satu emas dari kelas under 68 putra,” ujar Siti Rohmah.
Ia menjelaskan, Farel masih tergolong atlet muda dan berstatus pelajar SMA. Meski demikian, ia mampu menunjukkan kemampuan hingga melaju ke partai final.
Dalam perjalanannya menuju podium tertinggi, Farel harus melewati empat pertandingan. Salah satu lawannya di partai final merupakan atlet asal Banyumas yang telah memiliki pengalaman di tingkat nasional melalui pembinaan Pelatda dan PON Jawa Tengah.
“Dia ini anak baru, benar-benar pemula, masih SMA. Kebetulan dia juga harus menjalani empat kali pertandingan. Alhamdulillah, kita masih bisa akhirnya sampai ke final dan bertemu atlet dari Banyumas,” jelasnya.
Siti menilai keberhasilan Farel menjadi pencapaian positif bagi kontingen Kota Semarang. Kemampuannya bersaing dengan atlet-atlet yang lebih berpengalaman menjadi modal penting untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.
Selain emas, taekwondo Kota Semarang juga memperoleh medali perak melalui Muhammad Fadhil Budiarto pada kategori under 74 kilogram putra.
Menurut Siti, Fadhil juga termasuk atlet yang relatif baru karena baru memasuki jenjang perkuliahan. Sementara itu, lawan-lawan yang dihadapinya telah memiliki pengalaman bertanding di berbagai kejuaraan, termasuk PON.
Di partai final, Fadhil harus mengakui keunggulan Fahad Abdur Rahman Sasongko dari Kabupaten Sukoharjo, yang juga merupakan atlet binaan Pelatda.
“Yang perak Muhammad Fadil Budiarto, kelas under 74 putra. Dia juga anak baru, baru masuk kuliah. Lawan-lawannya sudah berpengalaman di PON semua, tetapi alhamdulillah kita masih punya kesempatan,” kata Siti.
Perolehan satu medali emas dan satu perak tersebut menjadi hasil positif bagi taekwondo Kota Semarang dalam persaingan Porprov XVII Jateng 2026. Kedua atlet dinilai mampu menunjukkan daya saing meskipun menghadapi lawan dengan pengalaman lebih banyak.
Siti berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi para atlet taekwondo Kota Semarang untuk terus meningkatkan kemampuan, memperbanyak pengalaman bertanding, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi mendatang. (Lind)


