PersadaPos, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong atlet panahan Nurisa Dian Ashrifah untuk melanjutkan prestasi hingga Olimpiade Los Angeles 2028, setelah meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Dukungan tersebut mengemuka saat penyambutan kepulangan Nurisa, di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Jumat (9/10/2026) sore. Kepulangan atlet asal Semarang itu disambut keluarga dan jajaran KONI serta Pemprov Jateng, sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya di tingkat Asia.
Diketahui, Nurisa meraih emas nomor Compound Women Individual setelah mengalahkan wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Capaian tersebut sekaligus menjadi medali emas pertama Indonesia dari cabang olahraga panahan pada Asian Games.
“Alhamdulillah, senang banget karena di luar ekspektasi bisa mendapatkan emas di Asian Games ini. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang selalu mendoakan dan memberikan dukungan,” kata Nurisa, seusai menerima bunga dari anggota keluarga, di Stasiun Tawang.
Nurisa mengungkapkan, awalnya tertarik menekuni panahan setelah menonton film The Hunger Games. Ketika duduk di bangku sekolah dasar, dia mencoba mengikuti kegiatan ekstrakurikuler panahan yang tersedia di sekolahnya.
Saat ini, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang itu menjalani latihan hampir setiap hari, dengan hari Minggu sebagai waktu libur. Dia mempersembahkan medali emas tersebut untuk orang tua, keluarga, dan teman-teman, yang terus mendukung perjalanan kariernya.
Setelah meraih emas Asian Games, Nurisa menargetkan tampil pada Olimpiade Los Angeles (LA) 2028. Dia berharap dapat terus meningkatkan kemampuan, dan kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung olahraga internasional.
“Targetnya semoga bisa main di Olimpiade LA 2028,” harapnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, prestasi Nurisa menjadi kebanggaan bagi Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Keberhasilan itu juga menunjukkan potensi pembinaan atlet daerah untuk bersaing di tingkat internasional.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Nurisa. Prestasi ini mengharumkan nama Indonesia dan khususnya Jawa Tengah,” ujarnya.
Aria mengatakan Pemprov Jateng akan terus mendukung atlet berprestasi sekaligus memperkuat pembinaan olahraga, terutama pada kelompok usia muda. Upaya itu dilakukan melalui penyelenggaraan kompetisi tingkat pelajar serta pengembangan balai pembinaan dan pelatihan olahraga pelajar.
Menurut dia, Pemprov Jateng juga sedang mengusulkan pemberian tali asih atau apresiasi bagi atlet berprestasi. Adapun besaran penghargaan tersebut masih dalam tahap pembahasan.
“Kami berharap Jawa Tengah menjadi gudang atlet, khususnya atlet internasional. Pemerintah provinsi akan mendukung sepenuhnya para atlet Jawa Tengah,” katanya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, prestasi Nurisa merupakan bagian dari proses pembinaan panahan yang dibangun sejak 2019. Pembinaan tersebut diarahkan untuk melahirkan atlet yang mampu bersaing, melalui latihan rutin dan kompetisi yang sehat.
Dia menyebut, panahan Jawa Tengah menunjukkan perkembangan dalam sejumlah ajang olahraga, termasuk PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Pada ajang tersebut, tim panahan Jawa Tengah meraih tiga medali emas, lima perak, dan medali perunggu.
Sujarwanto menilai Nurisa memiliki peluang untuk melanjutkan prestasi ke level yang lebih tinggi. Terlebih, nomor compound yang ditekuninya diharapkan dapat dipertandingkan pada Olimpiade Los Angeles 2028.
“Nurisa berlatih sejak SMP, kemudian SMA, dan sekarang sudah tampil di tingkat internasional. Kami berkeyakinan dia bisa melanjutkan prestasinya,” ujarnya.
Pelatih panahan Nurisa, Permadi Sandra Wibowo, mengatakan potensi atletnya telah terlihat melalui sejumlah kompetisi internasional pada 2025. Nurisa sempat menempati peringkat keempat dunia pada babak kualifikasi di Madrid Spanyol.
Menurut Permadi, hasil tersebut menjadi salah satu dasar keyakinan tim pelatih, jika Nurisa mampu meraih medali di Asian Games. Meski tidak dibebani target emas secara terbuka, tim pelatih menargetkan Nurisa dapat menempati podium.
“Kami yakin bisa mendapatkan medali di Asian Games. Target kami saat itu adalah podium, dan alhamdulillah Nurisa berhasil menempati podium tertinggi,” katanya.
Permadi menambahkan, Nurisa memiliki bakat sekaligus mental bertanding yang kuat.
“Mampu menghadapi lawan-lawan dengan peringkat lebih tinggi, tanpa kehilangan kepercayaan diri,” tuturnya. (Lind)


