PersadaPos, Semarang – Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Walisongo Semarang terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan “Penguatan Kapasitas Personel LPH UIN Walisongo” yang diselenggarakan Kamis, 6 Agustus 2026 di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi auditor halal dan tata kelola kelembagaan dalam mendukung penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Dr H Musahadi, MAg, Plt Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), M Fatah, SAg, MEd, Ketua LPH UIN Walisongo, Prof Dr H Ali Imron, SAg, SH, MAg, serta menghadirkan Ketua MUI Kabupaten Jepara, Dr KH Mashudi, MAg sebagai narasumber. Hadir pula seluruh pengurus LPH UIN Walisongo, SDM Syariah, dan para auditor halal.
Dalam sambutannya, Ketua LPH UIN Walisongo, Prof Ali Imron, menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh personel LPH yang berhasil mencatatkan capaian menggembirakan dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, dalam dua bulan terakhir jumlah pemeriksaan halal yang dilakukan LPH UIN Walisongo telah melampaui target yang selama ini ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh pengurus, auditor halal, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan LPH UIN Walisongo. Semoga semangat kolaborasi ini terus terjaga sehingga kualitas layanan kita semakin meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof Musahadi, menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih LPH UIN Walisongo dalam waktu singkat merupakan prestasi yang patut diapresiasi.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat sivitas akademika UIN Walisongo dalam mendukung pengembangan ekosistem halal nasional.
Rektor menjelaskan bahwa penyelenggaraan Jaminan Produk Halal bertumpu pada tiga pilar utama, yakni otoritas administratif yang dijalankan oleh BPJPH, otoritas keagamaan yang diemban oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta otoritas keilmuan yang dijalankan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Dalam konteks perguruan tinggi, keberadaan LPH juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui layanan pemeriksaan dan pendampingan sertifikasi halal.
“LPH memiliki posisi yang sangat strategis. Auditor halal tidak hanya memikul tanggung jawab profesional, tetapi juga tanggung jawab moral dan ukhrawi. Karena itu, kompetensi harus terus ditingkatkan, baik dalam memahami regulasi, aspek teknis kehalalan produk, maupun tata kelola kelembagaan yang baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan harmonisasi dalam organisasi. Menurutnya, keberagaman latar belakang para personel harus menjadi modal untuk membangun budaya dialog, saling menghargai, dan memperkuat kerja sama sehingga LPH UIN Walisongo mampu menjadi lembaga yang semakin kredibel dan dipercaya masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Biro AUPK UIN Walisongo, M Fatah, menyampaikan bahwa masih terdapat berbagai produk unggulan daerah yang belum memiliki sertifikat halal. Ia mencontohkan sejumlah produk khas Kabupaten Blora, seperti bolang-baling dan sirup kawista merek Dewa Burung, yang hingga kini belum tersertifikasi halal.
“Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi LPH UIN Walisongo untuk semakin aktif hadir di tengah masyarakat, memberikan layanan pemeriksaan halal, serta mendukung pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta juga memperoleh penguatan materi mengenai regulasi Jaminan Produk Halal, penguatan integritas auditor, serta pengelolaan kelembagaan yang profesional dari narasumber Dr KH Mashudi, MAg. Diharapkan kegiatan ini semakin meningkatkan kapasitas personel LPH UIN Walisongo sehingga mampu memberikan layanan pemeriksaan halal yang berkualitas, akuntabel, dan berintegritas.
Sebagai salah satu Lembaga Pemeriksa Halal di lingkungan perguruan tinggi keagamaan, LPH UIN Walisongo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan pemeriksaan halal, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan ekosistem halal yang kuat dan berdaya saing, sejalan dengan visi UIN Walisongo sebagai universitas riset yang humanis dan berbasis kesatuan ilmu pengetahuan. (Lind)


