Salah seorang warga menunjukkan NIB yang baru saja didapatkan secara gratis. (Foto:Dok)
PersadaPos, GROBOGAN – Layanan perizinan berusaha di Kecamatan Toroh diserbu warga yang hendak mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), Selasa (10/2/2026). Selain gratis, durasi pelayanan pun tak sampai hitungan jam.
Layanan pembuatan NIB tersebut memperkuat program Kecamatan Berdaya, yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Dari program itu lahir istilah Kaka Berizin atau Kegiatan Kolaborasi Kecamatan Berdaya Terkait Perizinan. Tak hanya perizinan, dalam waktu yang sama juga hadir layanan perbankan, asuransi kerja, hingga cek kesehatan gratis.
Warga Desa Pilang Payung, Kecamatan Toroh, Joyo mengatakan, layanan NIB yang dihadirkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah memudahkannya mengurus NIB. Berbekal legalitas tersebut, dia berharap dapat mengakses bantuan modal untuk usaha toko kelontong miliknya.
“Ini tadi gratis, syaratnya cukup KTP saja, dan waktu layanan sekitar 10 menit. Belum pernah ada, jadi tidak usah ke mana-mana, cukup di sini,” ujar Joyo.
Hal serupa diungkapkan warga lainnya, Sofi. Dia berharap usaha kateringnya semakin berkembang setelah memiliki NIB.
“Harapannya lebih aman dan nyaman dalam berusaha nantinya,” ujar warga Desa Winong Randas tersebut.
Camat Toroh, Indah Dwi mengatakan, warganya antusias menyambut program tersebut. Dalam kurun satu jam, tercatat sebanyak 120 warga mendaftar.
“Saya sangat bersyukur karena antusias masyarakat terhadap program ini sangat-sangat mendukung. Kecamatan Berdaya cukup membantu perkembangan masyarakat di Kecamatan Toroh, mulai dari kesehatan, perizinan, perbankan, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme warga dipicu salah satunya karena banyak yang bekerja di sektor UMKM. Dengan adanya layanan tersebut, warga lebih mudah memperoleh legalitas usaha untuk mengakses berbagai permodalan.
Pengarah Perizinan DPMPTSP Jawa Tengah, Ratna Dewajati mengatakan, layanan Kaka Berizin sekaligus memperkuat program Kecamatan Berdaya. Tujuannya, agar kantor kecamatan menjadi pusat nadi perekonomian, perlindungan, dan pemberdayaan warga.
“Kami berkontribusi pada penguatan ekonomi, khususnya melalui penerbitan perizinan bagi pelaku usaha UMKM,” jelasnya.
Menurut Ratna, layanan Kaka Berizin akan berkeliling ke kecamatan-kecamatan di Jawa Tengah, sebagai pemantik agar layanan serupa semakin dekat dengan warga. (Lind)


