PersadaPos, CILACAP – Malam tak lagi menjadi alasan bagi warga perbatasan Jateng-Jabar, di ruas jalan alternatif provinsi, di Sidareja-Cukangleuleus, Kabupaten Cilacap, untuk buru-buru menutup warung atau menghindari perjalanan. Sejumlah lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang dipasang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuat ruas jalan yang sebelumnya gelap kini lebih terang.
Perubahan itu dirasakan warga Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Cilacap, Nana Supriana. Menurutnya, sebelum lampu jalan terpasang, kawasan tersebut hanya mengandalkan penerangan dari warung-warung warga. Kondisi jalan yang berkelok juga membuat kawasan itu rawan kecelakaan.
“Dulu gelap. Di sini sering terjadi kecelakaan, bisa satu bulan sekali bahkan lebih. Alhamdulillah, setelah ada lampu penerangan jalan, sejauh ini belum terjadi lagi,” kata Nana, ditemui di ruas jalan Sidareja-Cukangleuleus, Cilacap, Rabu (4/10/2026).
Penerangan jalan juga mengubah aktivitas ekonomi warga. Nana yang memiliki warung mengungkapkan, kini lebih berani membuka usahanya hingga malam. Jika sebelumnya dia memilih tutup sekitar pukul 20.00 WIB karena khawatir dengan kondisi lingkungan yang gelap, kini warungnya terkadang masih beroperasi sampai pukul 22.00 WIB.
Pengguna jalan sekaligus pedagang makanan keliling Dian Sari Sutoyo mengatakan, sebelum ada LPJU, dirinya merasa kurang nyaman saat menjajakan dagangannya.
“Sekarang begitu jalannya sudah rapi ya kan, sudah mulus, ditambah lagi lampu jalannya semuanya nyala. Jadi kita nikmati itu lebih nyaman,” kata Dian, di tepi jalan bawah LPJU di Desa Tarisi.
Warga sangat berterima kasih dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi-Wagub Taj Yasin Maimoen, yang telah memberi bantuan pemasangan LPJU.
“Saya terima kasih banyak buat semua, termasuk Pak Gubernur Jawa Tengah. Semoga lampu jalan itu bisa diperluas lagi ke wilayah lain,” ungkapnya.
Manfaat serupa dirasakan Nurohman, pedagang bakso asal Cukangleuleus, Cilacap. Menurut dia, kondisi jalan yang lebih terang membuat masyarakat lebih nyaman keluar rumah pada malam hari. Dampaknya ikut dirasakan para pedagang.
“Setelah ada penerangan jalan dari provinsi, alhamdulillah efek untuk penjualan lumayan meningkat. Konsumen juga senang keluar malam. Ada penambahan omzet,” ujarnya.
Kepala Desa Tarisi, Jasimin mengatakan, sebelum pemasangan LPJU, jalur provinsi yang melintasi desanya menjadi salah satu titik yang gelap dan sempit. Warga kerap merasa was was ketika melintas pada malam hari.
“Sebelum ada penerangan jalan, bahwa Desa Tarisi ini adalah satu-satunya jalur alternatif jalan provinsi, yang tadinya gelap-gulita, jalannya sempit, akan tapi sekarang alhamdulillah setelah ada pemasangan LPJU, masyarakat Desa Tarisi khususnya, umumnya yang lewat, bisa merasa lebih tenang, lebih nyaman,” katanya.
Melalui Dinas Perhubungan Jateng, Pemprov memasang LPJU di lima ruas jalan provinsi pada 2026. Lokasi tersebut meliputi Sidareja-Cukangleuleus di Kabupaten Cilacap, Menganti-Kesugihan yang melintasi Banyumas dan Cilacap, Purwodadi-Wirosari, Sragen-Batujamus, serta Gemolong hingga batas Kabupaten Karanganyar.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Erry Derima mengatakan, penentuan lokasi pemasangan mempertimbangkan sejumlah aspek. Di antaranya kawasan perbatasan, titik rawan kecelakaan, kawasan wisata, serta wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi.
“Untuk ruas Sidareja-Cukangleuleus merupakan wilayah perbatasan dengan Provinsi Jawa Barat, yang sangat membutuhkan penerangan jalan, terutama untuk keselamatan pengguna jalan,” kata Erry, mewakili Plt Kepala Dishub Jateng Agung Pramono. (Lind)


