PersadaPos, KUDUS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pemulihan jalan yang terdampak longsor di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Perbaikan jalan yang berada di gerbang masuk kawasan wisata religi Sunan Muria itu disambut baik oleh warga dan pengelola makam dan masjid Sunan Muria, karena mampu lebih menggeliatkan lagi wisata dan perekonomian.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, meninjau langsung proses perbaikan tersebut. Dalam peninjauan itu, Taj Yasin meminta pelaksana proyek memaksimalkan pekerjaan, termasuk menambah tenaga kerja agar penyelesaian pembangunan dapat dipercepat.
“Kita upayakan supaya masyarakat yang ada di atas itu pariwisatanya bisa berjalan dengan baik. Ekonomi meningkat, karena bagaimana pun saat ini ekonomi yang paling utama bagi masyarakat,” kata Taj Yasin, ditemui di lokasi, Rabu (4/11/2026).
Menurutnya, pemulihan jalan tersebut perlu dipercepat, karena kawasan Sunan Muria menjadi tujuan wisata religi, terutama saat memasuki bulan Rajab dan Syakban. Pada periode tersebut, banyak rombongan peziarah dari berbagai pondok pesantren di Pulau Jawa datang ke kawasan makam Sunan Muria.
Taj Yasin mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek, agar pekerjaan dapat dimaksimalkan. Semula, penyelesaian ditargetkan paling lambat 25 Desember. Namun, dia meminta agar pekerjaan bisa rampung lebih awal, yakni pada 15 Desember.
“Kalau batasnya itu tanggal 25 Desember, kita minta maksimal tanggal 15 sudah harus selesai pengerjaan. Tadi kita sudah konfirmasi dengan pengembang, pekerjaannya bisa dimaksimalkan. Hari ini kita minta supaya ditambah pekerja,” ujarnya.
Pengelola Makam dan Masjid Sunan Muria, Amnan, menyambut baik perhatian pemerintah provinsi terhadap pemulihan jalan tersebut. Dia mengatakan, masyarakat Desa Colo, termasuk pedagang, pengemudi ojek, serta kelompok masyarakat lainnya, berharap pembangunan bisa segera diselesaikan.
“Kami atas nama warga masyarakat Desa Colo berharap, pembangunan di lokasi longsoran itu dipercepat. Mungkin bisa disiasati dengan penambahan tenaga kerja secara proporsional, karena selama ini kelihatannya tenaga kerjanya masih sedikit,” tutur Amnan.
Dia menjelaskan, percepatan perbaikan sangat dinantikan karena masyarakat bersiap menyambut meningkatnya kunjungan peziarah pada bulan Rajab dan Syakban. Pada masa liburan pondok pesantren, rombongan yang datang bisa berjumlah besar, bahkan mencapai ratusan bus dari satu rombongan pondok pesantren.
Amnan berharap, saat para peziarah mulai berdatangan, jalan tersebut sudah dapat dilalui dengan nyaman dan lancar. Dengan begitu, arus kendaraan tidak lagi terkendala pengaturan buka-tutup jalan akibat pekerjaan perbaikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur yang telah meninjau langsung lokasi. Tadi beliau juga memberikan arahan agar pekerjaan ini bisa diselesaikan pada pertengahan Desember,” harapnya.
Bagi masyarakat Desa Colo, perbaikan jalan tersebut bukan sekadar pemulihan infrastruktur, melainkan juga berkaitan dengan keberlangsungan mata pencaharian mereka. Aktivitas wisata religi Sunan Muria menjadi salah satu penggerak ekonomi warga, mulai dari pedagang hingga pengemudi ojek yang melayani para peziarah.
Pengemudi ojek di kawasan Makam Sunan Muria, Karsidi, mengaku senang karena jalan yang terdampak longsor kini sedang diperbaiki. Dia berharap pekerjaan segera selesai, terutama sebelum memasuki musim hujan.
“Alhamdulillah, senang dibangun itu. Harapannya semoga cepat selesai,” kata Karsidi.
Dia mengungkapkan, kondisi jalan yang belum sepenuhnya pulih membuat arus kendaraan harus bergantian melintas. Situasi tersebut membuat perjalanan belum bisa berlangsung selancar biasanya.
Sebagai pengemudi ojek yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut, Karsidi berharap akses jalan segera kembali normal, sehingga dirinya dan pengemudi ojek lainnya dapat melayani peziarah dengan lebih nyaman.
“Ya senang, karena sudah diperbaiki. Semoga cepat selesai,” tandasnya. (Lind)
