Albert Dwijaya
PersadaPos, SEMARANG – Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang, 11–20 September 2026, memberi dampak positif bagi sektor perhotelan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah mencatat okupansi hotel mencapai 80 persen dan diproyeksikan meningkat hingga 90 persen pada puncak acara.
Penjabat Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jawa Tengah, Albert Dwijaya mengatakan, perhelatan nasional MTQ XXXI turut memberikan efek bola salju, tidak hanya pada keterisian kamar hotel, tetapi juga pada bisnis travel, corporate gathering, serta UMKM.
“Yang kita lihat city okupansi kurang lebih ada di kisaran 80 persen. Kami optimis pada puncaknya okupansi kamar hotel bisa mencapai 90 persen,” ujarnya, di lobi Hotel Awann Sewu, Jumat (11/9/2026).
Karena itu, PHRI Jawa Tengah jauh-jauh hari telah memberikan arahan kepada 120 anggota aktif, terkait layanan kepada kafilah dan tamu pada ajang tersebut. Albert menekankan pentingnya keramahan, kebersihan, kenyamanan, serta fasilitas pendukung.
Selain itu, hotel-hotel yang menjadi tempat peristirahatan kafilah juga memasang spanduk sambutan, baik elektronik maupun konvensional. Harapannya, peserta acara merasakan keramahan sambutan selama menginap di Semarang.
“Selain itu, terkait food quality maupun sertifikasi halal atau kelayakan makanan, sudah sesuai dengan standar yang dibutuhkan sama teman-teman kafilah,” ucapnya.
Guna menjamin ketersediaan kamar, PHRI Jateng juga berkoordinasi dengan hotel-hotel yang ada di sekitar Kota Semarang. Hal ini untuk memastikan tamu dan kafilah yang mengikuti gelaran tersebut mendapatkan penginapan.
“Secara ekonomi yang diuntungkan tidak hanya di sektor perhotelan maupun restoran, pasti juga UMKM-nya. Oleh karenanya, kita juga mengimbau teman-teman UMKM, untuk lebih aktif mempromosikan produk autentik atau lokal Semarang,” imbuh Albert.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen berharap, agenda MTQ XXXI di Kota Semarang juga memutar roda ekonomi daerah, seperti semangat Gubernur Ahmad Luthfi. Oleh karena itu, selain agenda utama lomba, juga disediakan berbagai acara penyerta seperti job fair, bazar UMKM, dan pawai ta’aruf, yang diharapkan menyedot animo masyarakat.
“Potensi pergerakan ekonomi, kita sudah promosikan berbagai kegiatan lain. Kita berharap ada Rp1,2 triliun, kita hitung dengan BPS kemarin. Termasuk promosi wisata Kota Semarang, dan sekitarnya,” ujarnya. (Lind)


