Nawal, melakukan rapat koordinasi dengan tim penyusun modul PAUD Emas, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 16 Juli 2026. (Foto:Dok)
PersadaPos, SEMARANG – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, tengah mematangkan penyusunan modul “PAUD Emas Jawa Tengah”. Program strategis ini dirancang khusus untuk memperluas akses, serta mendongkrak angka partisipasi pendidikan bagi anak usia 0 hingga 6 tahun di wilayahnya.
Program ini juga mengedepankan semangat gotong royong, karena penyusunananya juga melibatkan masyarakat.
“Kami juga ingin menggerakkan swadaya masyarakat agar bersama-sama menghadirkan layanan PAUD yang lebih luas di Jawa Tengah,” ujar Nawal, usai melakukan rapat koordinasi dengan tim penyusun modul PAUD Emas, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata bergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah. Yang lebih penting adalah membangun kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Saat ini, tim tengah melakukan finalisasi modul tersebut. Rencananya, modul ini akan diluncurkan pada awal Agustus mendatang.
Keunikan modul ini juga terletak pada penguatan muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah. Kurikulum akan memasukkan berbagai nilai budaya Jawa Tengah, seperti pendidikan etika atau unggah-ungguh, penggunaan bahasa Jawa, pendidikan keagamaan, serta pengenalan adat dan budaya lokal sejak usia dini.
Selain itu, peserta didik juga akan memperoleh pembelajaran dasar yang mencakup literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni yang dikemas sesuai karakteristik anak usia dini.
“Melalui PAUD Emas, kami ingin membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, mencintai budaya daerah, sekaligus memiliki fondasi literasi dan sains yang baik sejak usia dini,” ucapnya.
Selain penyusunan modul, Bunda PAUD Jateng juga akan mengintegrasikan konsep PAUD Emas ke layanan Posyandu yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Tercatat terdapat lebih dari 49 ribu Posyandu yang diharapkan menjadi ruang pendukung pendidikan dan stimulasi anak usia dini.
Nawal mengatakan, untuk meningkatkan kualitas PAUD di wilayahnya, ia juga mengembangkan forum “Akademik Komunitas PAUD Emas”, yaitu sebuah forum pembelajaran berkelanjutan bagi para guru PAUD.
Melalui forum tersebut, para pendidik akan mendapatkan pembaruan materi pembelajaran secara rutin, termasuk pengembangan metode kreatif seperti penciptaan lagu-lagu edukatif, media pembelajaran inovatif, hingga berbagai praktik baik dalam pendidikan anak usia dini.
Sementara itu, dalam rakor tersebut juga dikemukakan bahwa PAUD Emas hadir sebagai jawaban nyata atas berbagai tantangan krusial aksesibilitas dan mutu pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah.
Sebab, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Jawa Tengah saat ini masih berada di kisaran 47,65% hingga 58,76%. (Lind)
