Ahmad Luthfi melampiaskan kegembiraan saat menjelang garis finish Purwokerto, Minggu, 17 Mei 2026. (Foto:Dok)
PersadaPos, BANYUMAS — Gelaran Purwokerto Half Marathon 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Banyumas bukan hanya memacu ribuan pelari untuk menaklukkan lintasan dari garis start hingga finish. Sejumlah pelaku ekonomi mulai dari usaha penginapan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun turut mendulang rezeki dari ajang tersebut.
Sebab, ribuan orang dari berbagai dari daerah tumplek blek meramaikan acara itu. Bahkan, masyarakat sekitar juga ikut meramaikan baik menjadi peserta, pemandu sorak (cheering), hingga menjajakan dagangannya.
“Masyarakat sudah memiliki event ini (Purwokerto Half Marathon). Ada pelajar, budayawan, UMKM semua ikut serta sehingga Purwokerto ini menjadi hidup event-nya,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi usai finish kategori 5K di Menara Teratai, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu, 17 Mèi 2026.
Menurut dia, olahraga lagi sudah menjadi gaya hidup. Karenanya, event-event lari tersebut itu perlu untuk terus digalakkan di seluruh kota di Jawa Tengah. Apalagi event seperti ini juga diikuti oleh pelari dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Indonesia.
“Kalau perlu seluruh kabupaten/kota perlu bikin seperti ini, saya yakin akan mendunia untuk Provinsi Jawa Tengah. Tourism-nya dapat, UMKM-nya dapat, sehat dan bahagianya juga dapat,” ujarnya.
Luthfi berharap, sport tourism (pariwisara olahraga) dapat dipadukan dengan program desa wisata. Di mana saat ini di Jawa Tengah sudah ada sekitar seribu desa wisata yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Bahkan, seluruh kepala daerah sudah diintruksikan untuk mengembangkan desa wisata di daerah masing-masing di luar yang sudah ada.
Sebagai informasi, gelaran Purwokerto Half Marathon sudah diselenggarakan tiga kali. Event tersebut terbukti melecut ekonomi daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, pada 2024, perputaran ekonomi pada ajang iru disebut mencapai sekitar Rp6,4 miliar, lalu naik menjadi Rp8,5 miliar pada 2025.
“Tahun 2026 ini harapannya menjadi Rp10 miliar. Mudah-mudahan berhasil, bahkan lebih dari itu,” ujar Sumarno.
Apalagi, Purwokerto Half Marathon 2026 diikuti 6.000 peserta. Rinciannya, 2.000 pelari kategori half marathon 21K, 1.750 pelari 10K, 2.000 pelari 5K, dan 250 peserta 3K fun run. Selain menjadi ajang olahraga, event ini juga diharapkan memberi dampak bagi sektor wisata, kuliner, hotel, dan UMKM di Banyumas.
Sumarno mengatakan, event lari juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat hidup sehat. Di sisi lain, kehadiran pelari dari luar daerah diharapkan mampu meningkatkan kunjungan ke Purwokerto.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah salah satunya ditopang sektor konsumsi. Karena itu, kegiatan yang mampu mendatangkan orang dari luar daerah dinilai penting untuk mendorong perputaran ekonomi wilayah.
“Minimal mereka menginap di hotel, makan, dan harapannya berbelanja untuk UMKM di Purwokerto,” ujarnya. (Lind)


