PersadaPos, SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen, mulai menuntaskan perbaikan jalan rusak di berbagai wilayah Jawa Tengah. Upaya tersebut disambut baik warga dan pengguna jalan, karena kondisi jalan yang lebih baik membuat perjalanan semakin nyaman dan aman.
Salah satu penanganan dilakukan di Jalan Sukowati, Kabupaten Sragen, dengan panjang pekerjaan mencapai 2,1 kilometer. Perbaikan dilakukan melalui peningkatan lapisan aspal dan betonisasi di sejumlah bagian, menyesuaikan kondisi kerusakan jalan. Dengan penanganan tersebut, perbaikan tidak lagi sekadar tambal sulam, tetapi meningkatkan kualitas permukaan jalan agar lebih nyaman dilalui.
Warga setempat, Jarot, mengatakan, sebelum diperbaiki, jalan tersebut bergelombang dan berulang kali ditambal sulam, tetapi permukaannya tetap tidak rata. Kondisi itu menyulitkan pengendara dan kerap memicu kecelakaan, terutama ketika hujan karena air menggenang di jalan.
“Dulu dua sampai tiga tahun hanya ditambal sulam. Kalau hujan, air menggenang dan bisa menyebabkan pengendara jatuh. Sekarang sudah diperbaiki, jalannya mulus dan enak dilewati. Kami tidak lagi khawatir akan kecelakaan. Saya sangat senang karena keselamatan pengguna jalan diperhatikan,” ujar Jarot, Jumat (16/10/2026).
Jalan tersebut, lanjutnya, merupakan jalur tengah penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga situasi jalan sangat ramai pengendara. Sebelum ada perbaikan, jalan tersebut sangat membahayakan bagi pengguna, terutama yang datang dari luar daerah.
“kalau yang tidak tahu kondisi rusak sangat membahayakan, karena bergelombang. Sering terjadi kecelakaan di jalan ini sebelum ada perbaikan,” lanjutnya.
Jarot sangat mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Tengah yang melakukan perbaikan jalan tersebut. Menurutnya, hal itu baik untuk kenyamanan dan keamanan pengendara.
“Ya senang sekali ada perbaikan. Apalagi tidak sekadar tambal-sulam saja,” imbuhnya.
Hal serupa dirasakan Alif, yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk berangkat praktik kerja lapangan (PKL) di bengkel. Dia mengaku sebelumnya harus lebih berhati-hati, karena jalan bergelombang dan berlubang membahayakan pengendara.
“Dulu jalannya rusak, bergelombang, dan banyak lubang. Jadi takut kalau lewat. Sekarang lebih nyaman, lebih enak, dan aman untuk dikendarai. Saya senang karena jalannya sudah halus dan tidak membahayakan lagi,” kata Alif.
Dia berharap kondisi jalan tersebut tetap terjaga sehingga masyarakat semakin nyaman dan aman saat berkendara.
Sementara, Pengawas Pembangunan Jalan Sukowati Sragen, Sri Purwanti, menjelaskan, penanganan sepanjang 2,1 kilometer dilakukan melalui betonisasi dan peningkatan lapisan aspal berdasarkan tingkat kerusakan di lapangan. Pekerjaan itu bertujuan meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan pengguna jalan. Jalan tersebut merupakan jalur penghubung Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur tengah.
“Perbaikan infrastruktur jalan itu menjadi bagian dari fokus pembangunan sesuai instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Pekerjaan ditargetkan tuntas pada Desember 2026, sehingga masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih baik untuk mendukung mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Semoga lebih nyaman, aman dan awet,” tandasnya. (Lind)
