PersadaPos, SEMARANG – Kabupaten Boyolali superior di nomor Jurus dengan memborong empat medali emas cabang pencak silat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah yang berlangsung di Gedung Serba Guna Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Rabu 28 Oktober 2026.
Dari total enam medali emas yang diperebutkan pada kategori Jurus, Boyolali sukses memboyong empat medali emas ke daerahnya. Pundi-pundi emas Boyolali diawali dari nomor Jurus Tunggal Putra lewat aksi memukau Wahyu Nian Tri Firmansyah dan Jurus Tunggal Putri yang disumbangkan oleh Butsaina Okta Yusnita.
Keperkasaan Boyolali berlanjut di nomor Jurus Ganda Putra melalui pasangan Fajar Afrizal L/Zumar Irsyad F, serta digenapi oleh ketangguhan trio Adelia Rahma D/Bilqist Zahra R/Hasna Shalekha di nomor Jurus Beregu Putri.
Sementara itu, dua medali emas tersisa diraih oleh Kontingen Kota Pekalongan lewat duet Auliyaul Walidaini A/Tri Hastuti di nomor Jurus Ganda Putri, serta tim Kabupaten Wonosobo yang menerjunkan pesilat Achmad Baihaqi/Hanizar Florian/Mega Mansyurina P di nomor Jurus Beregu Putra.
Aksi Enerjik
Penampilan pesilat Tunggal Putra Boyolali, Wahyu Nian Tri Firmansyah, menjadi salah satu sorotan utama dalam laga ini. Peraih medali perunggu PON 2024 tersebut menyuguhkan gerakan yang amat enerjik, presisi sesuai standar aturan IPSI, serta kaya akan penghayatan. Suasana arena semakin riuh penuh antusiasme saat Wahyu melakukan gerakan melompat spontan di atas podium saar pengalungan medali.
“Saya sangat bersyukur dan senang bisa menjadi yang terbaik di kategori jurus ini. Ke depan, saya akan terus berfokus menekuni silat dan berharap bisa menembus event berskala internasional,” tutur Wahyu penuh optimisme.
Di nomor ini, medali perak diraih oleh Mohammad Fajar Firdaus (Kabupaten Jepara), sedangkan medali perunggu bersama disabet oleh Muhammad Alfy Hinggar Atmaja (Kabupaten Temanggung) dan Raka Afif Wibawa (Kota Surakarta).
Persaingan ketat juga terjadi di nomor Tunggal Putri. Butsaina Okta Yusnita tampil paling menonjol dan berhak atas medali emas. Posisi kedua (perak) ditempati oleh Deboretta Indriaulia dari Kota Pekalongan, sementara juara tiga bersama (perunggu) diraih Annazmi Staqiva Arzeqti (Kabupaten Magelang) serta Langit Pratista Luthfi (Kabupaten Pati).
Butsaina yang merupakan mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) dan sebelumnya sempat menjuarai ajang PON Bela Diri di Kudus mengungkapkan rasa bahagianya.
“Sudah sejak lama saya dipersiapkan untuk turun di nomor jurus tunggal ini. Tentu gembira sekali bisa mempersembahkan hasil terbaik. Suatu saat nanti, cita-cita besar saya adalah bisa tampil di ajang Kejuaraan Dunia (World Champion),” ungkap Butsaina.
Lumbung Emas Boyolali
Pencapaian cemerlang ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Kontingen Boyolali yang juga menjabat Wakil Ketua Umum KONI Boyolali, Yudi Kristanto. Yudi mengaku sangat bangga dan bersyukur karena cabor Pencak Silat berhasil menjawab kepercayaan yang diberikan.
”Persiapan kami secara umum dilakukan selama enam bulan. Pada Porprov Jateng 2026 ini, Kontingen Boyolali menargetkan bisa masuk dalam jajaran 10 Besar, di mana cabang pencak silat dipetakan menjadi salah satu dari 18 cabor lumbung emas dengan target sekitar enam medali emas. Alhamdulillah, sejauh ini perolehan emas dari silat sudah sangat sesuai dengan apa yang kami petakan,” terang Yudi. (Lind)
