PersadaPos, SEMARANG – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membina pelajar menjadi pelopor keselamatan lalu lintas berbuah penghargaan. Dinas Perhubungan Jateng dianugerahi sebagai Pembina Terbaik I pada Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2026 Tingkat Nasional.
Prestasi itu diberikan Kementerian Perhubungan atas keberhasilan Pemprov Jateng dalam membina para pelajar sebagai agen keselamatan jalan. Penghargaan diserahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, kepada Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan, Erry Derima, di Gedung Nanggala Kementerian Perhubungan, Kamis (17/9/2026).
Capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/ kota, provinsi, hingga nasional. Salah satu hasilnya terlihat dari prestasi pelajar perwakilan Jawa Tengah dalam ajang tersebut.
Fulvya Nasywa Mauliatuzzahra, siswi SMA Al Azhar Sukoharjo, berhasil meraih Juara 2 dengan karya tulis ilmiah berjudul “Smart Environment Noise Yard Automatic Protector Berbasis AI dan IOT untuk Pengendalian Kendaraan Berknalpot Tidak Standar”.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Jateng, Erry Derima mengatakan, pembinaan pelajar tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan prestasi perlombaan. Para pelajar pelopor diharapkan mampu meneruskan pengetahuan menjadi agen keselamatan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun tempat tinggal.
“Harapan-harapan kita bahwa adik-adik pelajar pelopor keselamatan, baik yang juara di tingkat kabupaten, provinsi, atau tingkat nasional, mereka menjadi pelopor-pelopor keselamatan. Misalnya di sekolahnya, di lingkungan tempat tinggal, di keluarga,” ungkapnya, saat dikonfirmasi Jumat (18/9/2026).
Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya melakukan berbagai bentuk pembinaan ke sekolah-sekolah. Selain melalui pemilihan pelajar pelopor, edukasi juga dilakukan melalui kegiatan apel di sekolah pada hari-hari tertentu, dengan menggandeng Dinas Pendidikan.
Pembinaan juga diberikan kepada anak usia dini. Edukasi kepada pelajar taman kanak-kanak dilakukan dengan metode yang disesuaikan dengan usia, termasuk menggunakan boneka untuk mengenalkan rambu lalu lintas dan tempat menyeberang.
“Selain itu juga kepada pelajar-pelajar yang lain, misalnya dari TK dengan menggunakan boneka serta, kita ajari adik-adik yang masih usia TK mulai mengenal rambu, mengenal tempat menyeberang dan sebagainya,” ucap Erry.
Selain edukasi di sekolah, Dinas Perhubungan Jateng juga bekerja sama dengan salah satu brand sepeda motor, yang memiliki fasilitas safety reading center di Kota Semarang. Fasilitas itu akan dimanfaatkan untuk memberikan pembelajaran kepada pelajar, mengenai cara berkendara yang benar dan berkeselamatan.
“Ini sedang kita coba nanti ke beberapa sekolah. Jadi, minimal ada waktu adik-adik itu juga mengenal cara berkendara yang yang benarlah atau yang berkeselamatan,” bebernya.
Dalam Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, peserta dinilai melalui sejumlah aspek. Meliputi tes tertulis tentang lalu lintas dan angkutan jalan, karya tulis ilmiah beserta alat peraganya, keaktifan peserta, video keselamatan singkat, serta kelengkapan administrasi.
Erry menambahkan, penguatan edukasi keselamatan lalu lintas penting dilakukan, karena korban fatalitas kecelakaan masih tinggi dan sebagian besar berasal dari kelompok usia produktif. Karena itu, sebagaimana arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, pembinaan pelajar diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, sekaligus membentuk kebiasaan berlalu lintas yang berkeselamatan.
“Jadi, dengan upaya-upaya kita memberikan edukasi, upaya pembelajaran safety reading, itu paling tidak harapan kita bisa meminimalkan atau mengurangi fatalitas korban kecelakaan,” ungkapnya. (Lind)
