Para sopir bus antre cek kesehatan di Terminal Titonadi Solo, Rabu 11 Maret 2026. (Foto:Dok)
PersadaPos, SURAKARTA – Untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pemudik menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan pemeriksaan kesehatan bagi sopir dan kru angkutan umum.
Kegiatan itu merupakan program nasional yang menyasar pengemudi dan kru bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) serta Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Pemeriksaan dilakukan di terminal Tipe A dan B, perusahaan otobus (PO), serta titik-titik yang menjadi pusat konektivitas dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar mengatakan, pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, tekanan darah, serta tes narkoba. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan kabupaten/kota, petugas kepolisian, Jasa Raharja, serta Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dia menjelaskan, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, Jawa Tengah terus bersiap menyambut masyarakat yang akan pulang kampung, termasuk dari sisi kesehatan. Menurutnya, program cek kesehatan bagi sopir tersebut untuk memastikan para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman hingga sampai tujuan, mengingat sebagian besar kasus kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor human error.
“Kalau mereka mungkin kelelahan, tensinya tinggi, atau gula darahnya tinggi, itu berbahaya sekali. Maka ini juga dilakukan cek kesehatan dan gratis khusus kru, driver dan co-driver,” ungkap Yunita.
Salah satu lokasi pemeriksaan dilakukan di Terminal Tipe A Tirtonadi, Kota Surakarta. Berdasarkan pantauan pada Rabu (11/3/2026), puluhan sopir terlihat antusias mengikuti cek kesehatan tersebut.
Petugas kesehatan membuka sejumlah meja layanan, mulai dari tes buta warna, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan narkoba, hingga meja konsultasi dokter.
Pada waktu yang sama juga dilakukan ramp check atau inspeksi keselamatan terhadap angkutan umum, untuk memastikan kelaikan kendaraan serta kelengkapan administrasi awak bus.
Pengemudi dari PO Berkah Bersaudara, Samsuri mengatakan, pemeriksaan kesehatan sangat penting sebelum dia mengangkut para pemudik yang akan merayakan momen Lebaran di kampung halaman. Pria yang telah sembilan tahun berprofesi sebagai sopir ini mengemudikan bus AKAP, dengan rute Jakarta–Tegal-Solo-Blora dan sebaliknya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kadar gula darah dan tekanan darahnya dalam kondisi normal, serta dinyatakan negatif narkoba. Dia berharap, mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan lancar.
“Tentu ini membantu kita untuk memperlancar kegiatan. Tadi alhamdulillah normal semua, layak jalan. Saya siap untuk mudik lebaran 2026,” ungkap pria berusia 31 tahun itu.
Sopir bus dari PT Rosalia Indah, Bimas Suryakusuma, mengapresiasi program cek kesehatan bagi sopir. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk mencegah hal-hal yang dapat membahayakan penumpang.
Terlebih, Bimas ditugaskan membawa bus lintas pulau yang melayani rute Malang–Solo–Jakarta–Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni–Lampung. Untuk satu kali perjalanan pulang-pergi, dia membutuhkan waktu sekitar empat hari.
“Kalau dipikir jauh ya jauh. Tapi mau gimana lagi? Namanya pekerjaan, harus tanggung jawab dan profesional. Harapannya ya terus diberikan sehat dan selamat,” ucap Bimas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Aji Danarto mengatakan, pada hari ini pihaknya menargetkan sebanyak 100 pengemudi memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Secara umum hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang baik. Sebagian besar sopir memiliki tekanan darah normal, meskipun ada beberapa pengemudi dengan kadar gula darah cukup tinggi. Berdasarkan hasil tes urine, tidak ditemukan sopir yang positif menggunakan narkoba.
Dia mengungkapkan, pengemudi yang memiliki tekanan darah maupun kadar gula darah tinggi, langsung diarahkan ke meja konsultasi, untuk mendapatkan arahan serta obat dari dokter.
“Yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan, bisa segera lakukan pemeriksaan lanjutan kemudian diberi obat, sehingga mereka nanti bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, dengan kondisi yang sehat,” ungkap Danarto. (Lind)
